Cooperative mengandung pengertian bekerja bersama (Hamid Hasan, 1996). Dalam kegiatan kooperatif, siswa secara individual mencari hasil yang menguntungkan bagi seluruh anggota kelompoknya. Jadi, teori belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang memungkinkan siswa bekerja bersama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut (Johnson, et al., 1994; Hamid Hasan, 1996). Sehubungan dengan pengertian tersebut, Slavin (1983) mengatakan bahwa Cooperative Learning adalah suatu pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen. Selanjutnya dikatakan pula, keberhasilan belajar kelompok tergantung pada kemampuan aktivitas anggota kelompok, baik secara individual maupun kelompok.

Pada dasarnya Cooperative Learning mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan setiap anggota kelompok itu sendiri. Cooperative Learning juga dapat diartikan sebagai suatu struktur tugas bersama dalam suasana kebersamaan di antara sesama anggota kelompok.

Model belajar Cooperative Learning merupakan suatu model pembelajaran yang membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata di masyarakat, sehingga dengan bekerja bersama-sama di antara anggota kelompok akan meningkatkan motivasi, produktivitas, dan perolehan belajar. Model belajar Cooperative Learning mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan berbagai masalah yang ditemui selama pembelajaran, karena siswa dapat bekerjasama dengan siswa lain dalam menemukan dan merumuskan alternatif pemecahan terhadap materi pelajaran yang dihadapi. Dari uraian di atas, disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu bentuk pembelajaran yang di dalam pelaksanaan peserta didik dibentuk dalam tim kelompok-kelompok kecil dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan suatu masalah melalui aktif mengemukakan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, dan membuat keputusan secara bersama.

Pada umumnya penilaian guru dirumuskan ke dalam sebuah daftar nilai atau rapor dan diberikan kepada anak didik secara periodik. Penilaian yang dirumuskan dalam rapor inilah merupakan suatu prestasi belajar yang dicapai oleh anak didik atau siswa setelah menempuh belajar dalam jangka waktu tertentu.